Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Proteksi Tanaman’ Category

Koordinasi Kapuslit Tembakau beserta jajarannya dengan Kebun Ajong Gayasan untuk menciptakan sinergitas antara Penelitian Tembakau dan Kebun Tembakau.

Penataran Curah Buntu TBN VI -Kebun Ajong Gayasan

Jember, 2 Juli 2020

Read Full Post »

 

Pasca tiga hari melakukan supervisi di lokasi tanam Tembakau Bawah Naungan (TBN) Kebun Kertosari dan Kebun Ajung Gayasan PTPN X, tim monitoring melaporkan hasil supervisi kepada GM Kebun Ajung Gayasan dan GM Kebun Kertosari.

Jum’at, 19 Juni 2020
Ruang Rapat Kebun Ajung Gayasan

Read Full Post »

Supervisi Kebun Tembakau di Jember dilakukan pada 16 s.d 18 Juni 2020. Kegiatan supervisi meliputi: Rapat Persiapan Monitoring di Aula Kantor Kebun Kertosari, pengecekan pH tanah di rumah TBN di lokasi monitoring.

Read Full Post »

 

 

Pembekalan Kepala Proteksi Tanaman Tembakau Kebun Ajong Gayasan oleh Kepala Sie Proteksi Penelitian Tembakau Jember.
Dawuhan Macan.
Jumat, 31 Mei 2019

Read Full Post »

ICCSEI

Acara : The 10th International Conference and Congress of the Entomological Society of Indonesia 2019

Tema : Learning from the Past, Adapting for the Future: Placements in Ethnoentomology and Entomological Sciences for Food Security and Health

Lokasi : Harris Hotel & Residence Sunset Road, Kuta Bali

Hari/Tanggal : Minggu-Rabu/ 6-9 Oktober 2019

Nama Perwakilan dari Penelitian Jember : Vardinata Yoedistira Virdawan, S.P

Judul Paper : Efficacy Test of Mating Disruption Isomate (OTB) Moth Helicoverpa assuta on BESNO Tobacco Plant

Read Full Post »

heni

Fumigant adalah zat yang biasa digunakan untuk proses fumigasi. Secara umum fumigant dibedakan menjadi dua yaitu fumigant padat dan fumigant cair. Fumigant yang banyak digunakan adalah fumigant padat. Contoh fumigant padat yang banyak digunakan yaitu Alumunium Phospat (AlPO4) dan Magnesium Phospat (MgPO4). Alumunium Phospat dan Magnesium Phospat  bereaksi dengan udara dan menghasilkan Phosphine (PH3).  Phosphine (PH3) inilah yang berfungsi untuk membunuh hama. Alumunium Phospat  lebih cocok digunakan di Indonesia karena dapat bereaksi maksimal dengan suhu tropis.

Dalam proses fumigasi selalu menghasilkan limbah dari zat fumigant yang digunakan. Zat ini berasal dari sisa Phosphine (PH3) yang tidak bereaksi. Sisa zat ini berbahaya jika terjadi kontak langsung dengan manusia. Upaya untuk menangani residu pada proses fumigasi adalah dengan mengonversi kondisi suhu ruang dan menggunakan sabun untuk menetralisir sisa residu. (A. Haris Hassanudin, opi)

 

Pemateri: Mudi Anggraheni– UPT Lembaga Tembakau Jember

Materi disampaikan dalam Pelatihan Penanganan Hama Lasioderma di Unit Industri Bobbin-Kebun Kertosari, 4 Juni 2016

 

Read Full Post »

Lasioderma serricorne, umumnya dikenal sebagai kumbang rokok, cerutu kumbang, atau kumbang tembakau. Kumbang ini merupakan salah satu momok terbesar bagi petani ataupun perusahaan tembakau. Serangan dari kumbang ini menyebabkan kerusakan pada tembakau yang pada akhirnya dapat mengurangi mutu dan harga jual tembakau.

lasio1a

Dalam upaya mengatasi serangan hama ini, Unit Industri Bobbin- Kebun Kertosari PTPN X mengadakan pelatihan yang dilakukan di Pabrik Bobbin, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember pada 4 Juni 2016 dengan mengusung tema “Pelatihan Penanganan Hama Lasioderma.” Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Penelitian Tembakau Jember PTPN X dan UPT Lembaga Tembakau Jember. Dewan Hartanto, perwakilan dari UPT Lembaga Tembakau menjelaskan materi mengenai Teknologi Fumigasi dalam Penanganan Hama L. serricorne.

(lebih…)

Read Full Post »

lasio b

Selama manusia menyimpan produk-produk makanan, selama itu pula akan terdapat keberadaan hama. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO),  kerusakan akibat hama gudang terhadap hasil panen bisa mencapai lebih dari 20 %. Beberapa komoditas yang sering diserang oleh L. serricorne antara lain: tembakau kering, kopra, biji pala, biji kakao, material herbarium, pakan ikan (pellet), kerupuk udang, dan makaroni. Apabila L. serricorne menyerang tembakau rompos, maka daun tersebut akan tampak berlubang. Tentu kondisi ini menyebabkan penurunan mutu rompos yang ada di gudang, yang pada akhirnya juga berdampak pada penurunan pendapatan akibat adanya down grade rompos.

(lebih…)

Read Full Post »

Di zaman serba digital seperti saat ini, dapat dikatakan bahwa ‘dunia dalam genggaman.’  Nyaris semua kebutuhan dapat di-remote melalui telepon pintar (smart phone). Memanfaatkan kecanggihan teknologi di abad XXI, Penelitian Tembakau Jember meluncurkan sebuah produk virtual bertajuk Aplikasi On Line Identifikasi Hama dan Penyakit Tembakau. Produk ini dapat diaplikasikan dengan menggunakan smartphone berbasis android.

 

hama1

Aplikasi ini memegang peranan penting dalam proses bisnis pertembakauan di PTPN X karena  dapat mengolah data lahan dan data penyakit di kebun secara cepat, tepat, dan akurat.  Dengan cepatnya informasi pergerakan serangan hama dan penyakit di lahan yang diterima oleh pengguna (user), maka penanganan di lahan juga dapat lebih cepat. Yang dimaksud user di sini adalah stakeholder kebun tembakau serta penelitian tembakau di Jember dan Klaten, khususnya pejabat puncak beserta jajarannya. Aplikasi ini memberikan pemahaman informasi mengenai data gejala serangan hama penyakit tembakau dan cara pengendalian sebagai early warning system.

(lebih…)

Read Full Post »

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi SDMnya, pada 17-19 Mei 2016, Penelitian Tembakau PTPN X mengirimkan dua orang karyawannya ke IPB Science Park Taman Kencana Bogor untuk mengikuti training dengan Tema Teknik Aplikasi Fumigasi untuk Pengendalian Hama Gudang.

2

Menurut Kepala Penelitian Tembakau Jember & Klaten Erna Anastasia DE, traning ini layak diikuti karena para trainer-nya adalah para pakar di bidangnya.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »