Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Agronomi dan Pemuliaan’ Category

Koordinasi Kapuslit Tembakau beserta jajarannya dengan Kebun Ajong Gayasan untuk menciptakan sinergitas antara Penelitian Tembakau dan Kebun Tembakau.

Penataran Curah Buntu TBN VI -Kebun Ajong Gayasan

Jember, 2 Juli 2020

Read Full Post »

 

Pasca tiga hari melakukan supervisi di lokasi tanam Tembakau Bawah Naungan (TBN) Kebun Kertosari dan Kebun Ajung Gayasan PTPN X, tim monitoring melaporkan hasil supervisi kepada GM Kebun Ajung Gayasan dan GM Kebun Kertosari.

Jum’at, 19 Juni 2020
Ruang Rapat Kebun Ajung Gayasan

Read Full Post »

Supervisi Kebun Tembakau di Jember dilakukan pada 16 s.d 18 Juni 2020. Kegiatan supervisi meliputi: Rapat Persiapan Monitoring di Aula Kantor Kebun Kertosari, pengecekan pH tanah di rumah TBN di lokasi monitoring.

Read Full Post »

Benih pillen adalah hasil rekayasa teknologi yang dikembangkan oleh Penelitian Jember Tembakau sejak tahun 1992. Biji tembakau berukuran sangat kecil, dalam 1 gram terdapat kurang lebih 12.000 butir benih. Untuk memudahkan peletakan pada polybag, maka benih sebar tembakau dilapisi dengan satuan bahan pelapis dengan komposisi tertentu. Teknologi ini disebut dengan benih pillen (special split pill). Dengan teknologi ini, dalam satu polybag cukup diletakkan satu butir benih pillen tembakau.

Berbagai manfaat pillen adalah sebagai berikut:
1. Untuk memudahkan dalam penyebaran benih tembakau;
2. Upaya efisiensi penggunaan benih murni tembakau;
3. Memudahkan dalam seleksi bibit, aplikasi peracunan dan pola siraman;
4. Meminimalkan bibit stagnasi setelah pindah tanam karena akar tidak putus (tidak ada cabutan)
5. Mendapatkan bibit yang seragam, sehat dan layak tanam;
6. Mendapatkan sistem pembibitan yang murah, sederhana dan aplikatif.

Pillen yang dikeluarkan, mempunyai jaminan mutu yaitu: uji isi harus > 95% dan daya kecambah harus > 90%. https://istiwahyuti.wordpress.com/2013/02/28/komposisi-baru-benih-pillen-tembakau/

Read Full Post »

 

Benih sebar merupakan turunan pertama dari benih dasar yang diproduksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga keaslian varietas dapat dipertahankan. Biji tembakau sangat kecil, berdiameter 150-560 mikro dan berat 50-80 mg per 1.000 biji atau tiap gram mengandung 13.000 biji.

Karena ukurannya yang sangat kecil. Hal ini membuat sulit para petani untuk menanamnya di polybag. Eits… tapi jangan susah lagi karena Penelitian Tembakau Jember telah menemukan inovasi baru sebagai hasil rekayasa teknologi yaitu dengan melapisi benih tembakau yang disebut pillen.

Read Full Post »

Budidaya tembakau pada prinsipnya terbagi dua, yaitu memroduksi daun dan memroduksi benih. Ketika goal-nya produksi daun, maka karakter agronomisnya lebih menonjol. Sebaliknya, jika goal-nya adalah benih, maka karakter genetisnya yang dominan.

(lebih…)

Read Full Post »

VORSTNO, ALTERNATIF PENGEMBANGAN TEMBAKAU CERUTU DI JEMBER

Kabupaten Jember sangat identik dengan pengembangan tembakau Besuki yang merupakan bahan pembuatan cerutu. Selama 80 tahun penanaman tembakau cerutu ini, sejarah telah mencatat jaman keemasan yang dinikmati oleh pelaku usaha budidaya tanaman berjuluk “Daun Emas”. PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) sebagai salah satu eksportir terbesar di Jember terus berupaya mengembangkan potensi dan merebut peluang pasar dunia dengan mengembangkan berbagai varietas tembakau bahan cerutu.

(lebih…)

Read Full Post »

Sifat – Sifat Morfologi yang dimiliki oleh tanaman tembakau cerutu Besuki varietas H-382 adalah:

(lebih…)

Read Full Post »

Penggunaan Mulsa Pada Tanaman Besuki

Dalam upaya peningkatan produksi dan kualitas tembakau Besuki  baik Tembakau Bawah Naungan maupun Na Oogst di Jember, Penelitian Tembakau Jember melakukan uji coba penanaman tembakau di MT 2012/2013 dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak dan kombinasi dengan irigasi tetes(drip irrigation). Uji coba dilakukan di lahan seluas 0,266 ha untuk Tembakau Bawah Naungan dan 2,0 ha untuk Tembakau Na Oogst.

(lebih…)

Read Full Post »