Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2019

UPT-PSMB Lembaga Tembakau Jember menghelat Seminar Nasional Tembakau pada 26 hingga 28 November 2018. Salah satu narasumber yang didapuk adalah Okta Prima Indahsari dari Penelitian Tembakau Jember. Materi yang disampaikan Okta berjudul Optimalisasi Pengembangan dan Pemanfaatan Diversifikasi Produk Tembakau. Okta memaparkan tentang melimpahnya limbah padat yang ada di tiga kebun milik PTPN X. sebut saja kebun ajung gayasan dan kebun kertosari yang memiliki potensi limbah 35.199 ton wet based (77%) dan limbah di kebun klaten sebesar 10.375 ton wet based (23%).

Dari total limbah tersebut, sambung penghobi travelling ini, mayoritas (73,65%) berasal dari batang tembakau basah sejumlah 33.564 ton. Sisanya berturut-turut dari daun pucuk basah 7.298 ton (16,01%), kuncup basah 2.522 ton (5,53%), dan akar basah 2.189 ton (4,80%). Sejauh ini Penelitian Tembakau Jember telah melakukan uji coba pengolahan limbah tembakau menjadi beberapa produk, seperti briket, pellet, asap cair, dan tobacco absolute.

“Umumnya pengolahannya cukup sederhana sehingga mudah diaplikasikan oleh siapa saja, bahkan oleh usaha skala rumah tangga. PTPN X memiliki pohon industri tembakau yang terdiri dari 46 macam produk turunan dari olahan tembakau,” jelasnya di hadapan audiens di Hotel Dafam Lotus, Jember.

Masih menurut Okta, diversifikasi produk tembakau tidak saja bertujuan untuk optimalisasi limbah yang ada. Lebih dari itu, diversifikasi produk menyasar pada dua hal, yaitu kemandirian energi dan orientasi pasar. (Nur Aini HW_Penelitian Tembakau Jember, FIR_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/gaungkan-diversifikasi-produk-dalam-seminar-nasional

Read Full Post »

Dalam acara Diseminasi Hasil Litbang 2018 Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya (BISBY) pada Kamis, 22 November 2018, ada paparan penelitian mengenai sentuhan revolusi industri 4.0 di Gudang Tembakau PTPN X. Dulu jika ingin mengukur suhu di gudang pengolah (gudang fermentasi tembakau), petugas gudang harus menggunakan termometer analog dan cara pengukurannya juga masih konvensonal. Namun kebiasaan lama itu bakal diganti dengan metode yang lebih real time dan modern. Dengan menggandeng peneliti di BISBY, PTPN X berangsur akan mengubah pola lama tersebut.

Penelitian yang mengambil objek gudang pengolah di Kebun Ajong Gayasan tersebut bertajuk Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform Internet Of Things (IoT). Menurut Anneke Ristianti-salah satu tim peneliti BISBY, setelah melakukan kunjungan ke gudang pengolah PTN X dan riset beberapa kali, akhirnya pengembangan sistem pantauan dengan IoT berhasil dilakukan dengan membangun softwaredan hardware.

Keuntungan menggunakan pantauan dengan platform IoT, jelas alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini, adalah efisiensi, akurasi, kecepatan informasi, dan biaya investasti per titik pengamatan tidak mahal.

Ditemui di tempat yang sama, Sabar Dwi Komarudin, peserta diseminasi dari Puslit Gula Jengkol mengungkapkan bahwa revolusi industri 4.0 menjadi peluang sekaligus tantangan.

“Dikatakan peluang, karena arus informasi semakin cepat dan mudah, sehingga bisa mendukung kegiatan produksi. Sedangkan yang dimaksud dengan tantangan adalah bagaimana produksi kita bisa mengikuti perkembangan digitalisasi dan otomatisasi dengan hardware dan softwareyang ada, sehingga HPP bisa turun,” Kasie perlindungan Tanaman Puslit Gula Jengkol ini menerangkan.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada ini, salah satu dukungannya adalah dari lembaga penelitian yang harus menyiapkan inovasi-inovasi penelitian yang mengarah pada revolusi industri 4.0. Penelitian tentang Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform IoT ini menjadi salah satu jawaban cerdasnya. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/sentuhan-revolusi-industri-4.0-di-gudang-tembakau-ptpn-x

Read Full Post »

Pemerintah tengah menggalakkan Progrom Revolusi Industri 4.0. Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program tersebut, Kamis, 22 November 2018 Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya (BISBY) menggelar Diseminasi Hasil Litbang 2018. Diseminasi ini mengusung tema hasil riset dan inovasi dalam menyongsong era industri 4.0. di Gedung Auditorium BISBY di Surabaya.

“Ada 52 instansi yang kami undang, yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti perguruan tinggi, pemerintah, nelayan, BUMN, dan pihak laboratorium,” terang Fatimah Az Zahra, Kepala Sie Pengembangan Jasa Teknik BISBY.

Diseminasi ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh BISBY untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengembangan yang kami lakukan untuk publik dan industri.

“Ada yang sudah siap diaplikasikan, ada pula yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut,” papar Siti Rahmah Siregar Kepala BISBY dalam sambutannya.

Dari kelima judul penelitian yang akan didiseminasikan nanti, sambung Siti, ada penelitian yang bisa diterapkan, yakni penelitian yang merupakan hasil kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Judul penelitian tersebut adalah Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform Internet Of Things.

“Kami berharap hasil penelitian terapan (applied research) ini dapat menciptakan efisiensi dan optimalisasi untuk maksimalisasi hasil di PTPN X khususnya dan secara umum dapat meningkatkan daya saing industri di era Revolusi Industri 4.0,” pungkas Siti. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/ptpn-x-dan-baristand-surabaya-sinergi-majukan-industri- 4.0

Read Full Post »