Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2018

Penelitian Tembakau Jember memperkenalkan inovasi terbarunya yakni Thermohygrometer Digital. Alat ini diperkenalkan saat  ekspose hasil penelitian tembakau Jember dan Klaten pada Kamis 26 April 2018 di Kantor Pusat PTPN X Surabaya.

Kepala Pusat Penelitian Tembakau Jember, Erna Anastasia DEI  mengutarakan bahwa Thermohygrometer Digital ini diciptakan khusus untuk digunakan dalam proses budidaya tembakau. Yang menarik pada alat ini, pihaknya telah menggunakan teknologi terbaru yaitu melengkapi alat tersebut dengan berbasis bluetooth. Alat ini nantinya digunakan sebagai alat pengukuran suhu dan kelembaban di gudang pengering (los).

“Alat ini digunakan untuk memantau suhu dengan menggunakan smartphone dengan aplikasi Bluecore Tech. Aplikasi Bluecore Tech sendiri dapat di-install melalui playstore. Kelebihan dari alat ini  adalah jangkauan sinyalnya mampu mencapai radius 13 meter baik vertikal maupun horizontal,” jelas Erna.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut diharapkan bisa menekan losses dan produktivitas dapat tercapai. Disamping itu juga dapat membuka potensi yang dimiliki sekaligus mengembangkan produk turunan dari tembakau. (red2, FIR_SEKPER)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/puslit-tembakau-luncurkan-inovasi-terbaru

Iklan

Read Full Post »

Tembakau selama ini hanya dikenal sebagai bahan baku untuk rokok dan cerutu. Padahal selain daunnya, bagian lain tanaman ini seperti biji, tulang daun, tangkai hingga batangnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.

”Tembakau tidak bisa hanya digunakan untuk rokok yang regulasinya semakin ketat. Harus dipikirkan produk hilir yang bisa memiliki nilai tambah bagi tanaman tembakau,” kata Direktur Komersial PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X saat membuka Call For Paper dan Seminar Nasional Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau yang diadakan di Kantor Pusat PTPN X di Surabaya, Kamis (26/4/2018).

Slamet mengatakan, dari karya ilmiah yang masuk dalam CFP kali ini diharapkan bisa untuk kemudian diaplikasikan. ”Kalau dari sisi marketing, buatlah apa yang bisa Anda jual, tapi jangan jual apa yang bisa Anda buat,” ujarnya.

Seperti diketahui,  PTPN X memiliki tiga kebun tembakau yang pada tahun 2018 akan menanam tembakau di areal seluas 665 hektar. Secara total, dari tiga kebun tersebut dihasilkan limbah sebanyak 45.557 ton. Dari keseluruhan limbah tersebut, baru sekitar 1 persen atau 455 ton saja yang sedang dipergunakan untuk uji coba minyak atsiri dan briket tembakau.

Padahal, seperti dituturkan Peneliti Utama Badan Penelitian dan pengembangan Kementerian pertanian, Subiyakto. S, tembakau merupakan tanaman yang kaya manfaat. ”Sebagian kecil manfaatnya diantaranya adalah untuk kompos, biopestisida, biooil, biochar, biogas dan biodiesel,” kata Subiyakto. (Red1, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/kembangkan-produk-hilir-tembakau

Read Full Post »

Untuk kedua kalinya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengadakan Call for Papers (CFP) dan Seminar Nasional yang tahun ini mengangkat tema ‘Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau’. CFP tahun 2018 ini diikuti 2018 peserta dari Aceh hingga Maluku yang terdiri dari mahasiswa, dosen maupun umum.

Ketua Panitia, Wakhyu Priyadi Siswosumarto mengatakan, penyelenggaraan CFP ini diharapkan mampu meningkatkan budaya menulis ilmiah di masyarakat. ”Sekaligus juga untuk menampung ide konstruktif yang berguna untuk pengembangan tembakau,” ujarnya pada pembukaan CFP dan seminar nasional di hall Kantor Pusat PTPN X, Kamis (26/4/2018).

Secara total, ada 150 karya yang masuk ke panitia. Dari total peserta tersebut, enam diantaranya diberi kesempatan untuk memaparkan hasil penelitiannya di hadapan juri yang terdiri dari Guru Besar Ekonomi Pertanian sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas Jember Profesor Rudi Wibowo, Direktur Komersial PTPN X Slamet Djumantoro serta Wakhyu Priyadi Siswosumarto.

Dari hasil penilaian juri, didapatkan juara pertama CFP yaitu tim dari Universitas Jember yang beranggotakan Muhammad Aly Firdaus, Meida Cahyaning Putri dan Umi Lutfiani Masyitah dengan judul ‘Analisis Kelayakan Usaha Produksi Asap Cair Organik dari batang Tembakau sebagai Pengawet dan Biodesinfektan’. Mereka berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 20 juta.

Sedangkan di posisi kedua diraih tim dari Universitas Gajah Mada dengan judul penelitian ‘Analisis Studi Kelayakan Usaha Produksi Tobsan (Tobaccco handsanitizer) di Jember, Jawa Timur’. Tim yang beranggotakan enam orang ini mendapatkan hadiah sebesar Rp 15 juta. Dan di posisi ketiga juga diperoleh oleh tim dari Universitas Jember yang mengangkat tema ‘Analisis Kelayakan Bisnis Tobaccos Perfume (Tobacccos Imperial, Tobaccos Noire dan Tobacco Scent) dengan Konsep Zero Waste Guna Meningkatkan Eksistensi Jember Sebagai Kota Tembakau mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta. (Red1, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/ptpn-x-gali-potensi-produk-berbasis-limbah-tembakau

Read Full Post »