Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2018

Sambutan Ketua Dewan Juri Call For Papers 2018 (Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS)

PTPN X sebagai salah satu anak perusahaan holding BUMN Perkebunan, pada tahun ini menyelenggarakan Call For Papers mengenai salah satu komoditas PTPN X, yakni tembakau yang diolah menjadi bahan baku industri cerutu.

Pada tahun 2017, kita sudah menyelenggarakan Call For Papers edisi perdana dengan tajuk Memajukan Industri Berbasis Tembakau di Indonesia. Pada saat ini kita ingin satu langkah maju ke depan, yaitu mengundang para ilmuwan, para mahasiswa, dan segenap pemerhati tembakau, termasuk juga para pebisnis tembakau atau semua inovator yang berasal dari masyarakat umum dalam satu event yang disebut Call For Papers yang kedua.

Acara final CFP putaran kedua ini akan dihelat pada akhir April 2018 dan diharapkan pada 23 Maret 2018, seluruh abstrak peserta sudah masuk. Tema yang diangkat adalah tema-tema yang memfokuskan bagaimana upaya kita bersama untuk mengembangkan industri berbasis tembakau, namun dalam karakter tulisan yang berupa studi kelayakan di ranah limbah pertembakauan.

Mengapa kita memilih tema limbah pertembakauan? Karena kita tahu bahwa ke depan itu, industri yang dikembangkan akan berkonsep blue industry, dimana tidak ada limbah (zero waste). Melalui CFP, kita ingin mendorong unit usaha tembakau menjadi blue industry di lini bisnis PTPN X.

Kepada para calon nominator CFP 2018, sampai jumpa di Surabaya pada April 2018!

 

Read Full Post »

Juri Call for Papers (CFP) PTPN X tahun 2018 Wakhyu Priyadi Siswosumarto mengatakan bahwa tahun ini CFP memilih Grand Tema Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau dengan membidik 10 tema. Dari kesepuluh tema tersebut, saya berharap peserta bisa melakukan kajian yang cukup mendetail. Detail dari sisi teknologi, keuangan, SDM, kemudian meliputi juga aspek legal, dan juga tidak lupa aspek lingkungan.

Dari sisi teknologi, ujar ayah berputra dua ini, saya berharap bahwa bahan baku yang diolah menjadi produk itu benar-benar memanfaatkan limbah tembakau, mulai dari bunga, kuncup, daun pucuk, batang, bahkan akar tembakau. Jadi benar-benar berusaha untuk memanfaatkan produk yang selama ini menjadi limbah, tidak pernah terpakai. (lebih…)

Read Full Post »

Kembali PTPN X melaksanakan ajang lomba ilmiah bergengsi Call For Papers (CFP) bagi para peneliti, dosen, mahasiswa, dan  masyarakat umum. CFP kali ini mengusung Grand Tema Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau. Tema ini ditetapkan karena beberapa alasan. Pertama, tembakau merupakan produksi kebanggan PTPN X. Kedua, tembakau sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, namun sayangnya hanya sebatas rokok dan cerutu, belum menyentuh pada aspek-aspek lainnya. Demikian preface Dari Slamet Djumantoro, Direktur Komersil PTPN X.

 

(lebih…)

Read Full Post »

Jelang batas akhir penerimaan abstrak, tidak hanya peserta yang sibuk mempersiapkan abstrak yang akan dikirim ke panitia. Panitia pun tengah berjibaku menyiapkan berbagai macam properti untuk para pemenang CFP. Ya, di tahun ini pantia menyediakan uang tunai sebesar 33 juta rupiah untuk sembilan pemenang.

Para pemenang ini terdiri dari juara 1  hingga juara 3, harapan 1 hingga harapan 3 serta 3 pemenang hiburan. Panita tengah menyiapkan vandel, medali, dan juga sertifikat bagi seluruh peserta yang lolos persyaratan administrasi (tidak didiskualifikasi).

(lebih…)

Read Full Post »

Sekitar dua bulan informasi CFP telah disebarluaskan kepada publik. Untuk mempermudah peserta dan dewan juri, panitia hanya meminta pengumpulan abstrak saja untuk penjurian tahap kesatu. Abstrak dikirim selambat-lambatnya pada 23 Maret 2018 pukul 23.59 WIB. Demikian Angga Suprayogi, contact person CFP menjelaskan.

Bungsu dari dua bersaudara ini menjelaskan, bahwa abstrak maksimum terdiri dari 300 kata, yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode, hasil penelitian, dan kesimpulan. Adapun kata kunci yang bisa ditulis maksimal 5 kata kunci. Abstrak juga ditulis dalam Bahasa Inggris. (lebih…)

Read Full Post »

Semenjak diluncurkan pada medio Januari 2018, informasi Call For Papers (CFP) PTPN X selalu ditunggu dan diminati warganet. Demikian ungkapan dari contact person CFP, Nur Aini Hariyo Wati.

Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember ini memaparkan bahwa promosi CFP disebarluaskan melalui website PTPNX, blog Penelitian Tembakau Jember, facebook, youtube, dan instagram.

“Untuk instagram, kami sudah memposting lebih dari 30 unggahan, dengan jumlah follower yang menanjak dari 240 menjadi 706. Kunjungan profil per minggu rata-rata 370an visitor,” terang sulung dari dua bersaudara ini. (lebih…)

Read Full Post »

Kompos merupakan hasil penguraian parsial dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara buatan oleh beragam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat dan lembab. Organisme pengurai atau dekomposer dapat berupa mikroorganisme atau makroorganisme. Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Menurut Kepala Sie Kesuburan Tanah dan Laboratorium Penelitian Tembakau Jember Subagio, kompos berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, mendongkrak kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air (tanah tidak mudah kering), sumber hara tanaman, media tumbuh untuk tanaman serta memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. (lebih…)

Read Full Post »

Apa itu pulp? Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Pulp terdiri dari serat-serat (selulosa dan hemiselulosa). Selulosa dan hemiselulosa banyak terdapat dalam batang tembakau. Melimpahnya batang tembakau berpotensi dijadikan sebagai bahan baku pulp kertas.

Proses pembuatan pulp ada dua macam yaitu secara kimia (chemical pulping) dan proses mekanikal (mechanical pulping). Tapi di sini akan dibahas secara garis besar saja agar lebih mudah dipahami.

Kertas yang sering kita gunakan itu terbuat umumnya terbuat dari kayu atau lebih tepatnya dari serat kayu dicampur dengan bahan-bahan kimia sebagai pengisi dan penguat kertas.

Proses pembuatan pulp dimulai dari penyediaan bahan baku, dengan cara mengambil dari hutan tanam industri kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan persediaan bahan baku. Kayu yang siap diolah ini disebut dengan Log. Kemudian log di kupas kulitnya dengan alat yang berbentuk drum disebut drum barker. (lebih…)

Read Full Post »

Kompetisi Call For Papers (CFP) PTPN X yang kedua kurang dari 20 hari menuju batas akhir. Angga  Suprayogi, contact person CFP mengatakan agar peserta lebih jeli dalam memahami informasi yang diterima dari panitia CFP.

Dalam poster, flyer, dan posting-posting berita dan video di sosial media, grand tema CFP adalah Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau. Angga menambahkan bahwa meskipun mengenai produk berbasis limbah tembakau, panitia sudah menentukan ragam produk yang harus diuji kelayakannya.

“Ada 10 produk berbasis limbah tembakau yang ditawarkan, yaitu biomulsa, pulp kertas, kompos, biooil, asap cair, biopestisida/bioinsektisida/biofungisida, hand sanitizer, tobacco absolute, sabun alami, dan parfum. Cukup 10 produk ini saja yang dikaji,” ulasnya.

(lebih…)

Read Full Post »

Call for Papers (CFP) putaran kedua ini menggandeng tiga tokoh yang sudah tidak asing lagi di kalangan entitas bisnis PTPN X. Ketiga dewan juri tersebut adalah Prof Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S, Slamet Djumantoro S.H., M.M dan Wakhyu Priyadi Siswosumarto, S.T., M.M. Mereka akan menilai dan menentukan paper-paper yang masuk mulai dari tahap seleksi best abstract, penilaian full paper dan memilih nominator hingga menentukan pemenang CFP tahun 2018.

Prof Rudi Wibowo adalah Komisaris Utama PTPN X sekaligus salah satu guru besar di Universitas Jember. Nama dan sepak terjang alumnus Universitas Jember (S1) dan Institut Pertanian Bogor (S2 dan S3) ini sudah malang melintang di ranah pertanian, baik di level nasional maupun internasional. Pria asli Kebumen tersebut pernah mengikuti Cochrane Programme University California Davis di Amerika Serikat, training Good Governance di Jerman serta pernah melakukan lawatan ke sejumlah negara di Benua Eropa dan Asia.

(lebih…)

Read Full Post »