Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2018

Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Penelitian Tembakau Jember dan Klaten yang pada tahun ini kembali akan menyelenggarakan Call For Papers (CFP). Sebagaimana kita ketahui, pada tahun 2017 telah diselenggarakan Call For Papers yang pertama yang mendapat antusiasme tinggi dari masyakarat.

Menurut mantan Direktur Produksi Teknologi dan Pengembangan PT Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe ini, ada 207 peserta yang mengirimkan makalahnya, dimana ada banyak makalah-makalah yang sangat baik isinya.

Tembakau, lanjut Dwi, bisa diolah menjadi bahan obat-obatan atau farmasi, kosmetika, dan juga  bahan makanan.  Selain itu, tembakau juga bisa diolah menjadi fungisida. Pada tahun 2018 ini Call For Papers PTPN X akan mengambil Grand Tema “Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau.”

“Kami mengajak peneliti, praktisi, dan juga pemerhati tembakau untuk ikut berpartisipasi dalam CFP kedua ini. Pendaftaran mulai Januari sampai dengan Maret 2018. Para nominator akan berkompetisi dalam acara final CFP yang akan dilaksanakan pada akhir April 2018. Ditunggu partisipasinya, selamat berkarya, sukses selalu!” pungkas Dwi. (OPI_Penelitian Tembakau Jember)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/dirut-ptpn-x-tembakau-tawarkan-ragam-manfaat

Iklan

Read Full Post »

Tahun 2017 yang lalu, PTPN X telah sukses menyelenggarakan Call For Papers (CFP) untuk yang pertama kalinya. Saya sangat bergembira karena ada lebih dari 200 papers yang berkenaan dengan bagaimana kita mendorong mengembangkan industri tembakau, khususnya tembakau cerutu. Demikian tutur Prof. Rudi Wibowo mengenai testimoninya atas perhelatan CFP tahun 2017.

“Sebagai Komisaris Utama, saya mengucapkan selamat! Dan tentu itu bukan merupakan awal yang harus selesai. Tetapi saya juga gembira mendengar bahwa tahun ini kembali akan dlaksanakan CFP yang kedua kalinya di Surabaya,” ungkap Rudi.

Menurut pria asal Kebumen ini, pada saat CFP yang pertama, 200 paper yang masuk berasal dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, peneliti, dan juga masyarakat umum yang berpartisipasi menyukseskan CFP.

Saya melihat, lanjut Rudi, banyak tulisan-tulisan yang sangat bernilai. Oleh karena itu, kami mencoba menyeleksi paper-paper tersebut dan sebagian akan kami bukukan. Dan insha Allah pada CFP tahun 2018 itu kami bisa me-launching Buku Prosiding CFP 2017.

“CFP adalah event yang bagus untuk lebih memahamkan kita semua kepada masyarakat mengenai industri pertembakauan,” tutup Rudi. (OPI_Penelitian Tembakau Jember)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/buku-prosiding-cfp-2017-segera-di-launching

Read Full Post »

28713_1219104932724_545699_nGaung Call for Papers PTPN X telah membahana sejak pertengahan Januari 2018. Wakhyu P. Siswosumarto selaku ketua panitia menyampaikan bahwa ruang lingkup paper yang diminta adalah feasibility study.

“Kami harap peserta notice bahwa yang dikompetisikan adalah kualitas studi kelayakan atas produk yang dibuat. Jadi jangan hanya berhenti pada inovasi produk yang dihasilkan saja,” ulas Wakhyu.

Alumnus Magister Manajemen Universitas Airlangga ini menjelaskan bahwa inovasi produk yang bagus tidak serta-merta menjamin usaha yang kelak dijalankan akan survive dan sustainable apabila tidak didukung oleh studi kelayakan yang andal.

Masih menurut Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan ini, dalam FS sebaiknya mencantumkan minimal lima aspek studi kelayakan. Berikut cakupan 10 aspek yang harus dipenuhi dalam penyusunan studi kelayakan, seperti: 1) operasional; 2) teknologi; 3) produksi; 4) industri; 5) manajemen; 6) lingkungan hidup; 7) SDM; 8) pemasaran; 9) hukum; dan 10) ekonomi, sosial & politik.

Paper sangat disarankan menggunakan minimal lima metode analisis kelayakan investasi, seperti 1) B/C ratio; 2) Payback Period (PP); 3) Average Rate of Return (ARR); 4) Net Present Value (NPV); 5) Internal Rate of Return (IRR). Point plus jika menggunakan lebih dari 5 metode tersebut,” pungkasnya. (OPI_Penelitian Tembakau Jember)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/cfp-tekankan-pada-kelayakan-usaha

Read Full Post »