Feeds:
Pos
Komentar

Tembakau Glassy

Tembakau Glassy merupakan penyakit fisiologi daun tembakau yang muncul mulai dari proses pengeringan dan semakin nampak setelah proses fermentasi. Daun glassy nampak flek kehitaman dengan bentuk tidak teratur, sering terdapat pada bagian pangkal bawah lamina atau bagian tengah lamina,tembus pandang (transparan) apabila diterawang atau nampak bening (jernih) seolah-olah kosong, apabila dilihat dengan mikroskop menunjukkan jaringan yang rusak dengan bentuk tidak teratur. Glassy ada kemiripan yang jelas dengan gejala marmer atau busuk samar, glassy sering terjadi pada tembakau TBN (H-382) yang ditanam di dalam rumah TBN dan jenis tembakau lain apabila tumbuh cepat. Tembakau glassy tidak terjadi pada tembakau besuki Naoogst tradisional yang biasa ditanam pada bulan Agustus-September.

Glassy

Lanjut Baca »

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan lainnya. Manusia yang dianugrahi karsa, cipta dan rasa memiliki keistimewaan luar biasa yaitu spiritual, emosional dan intelektual. Hal inilah yang memberi kemampuan manusia untuk lebih berkembang, berkarya dan berinovasi dalam hidupnya.

Perkembangan era globalisasi saat ini menunjukkan bahwa kemampuan manusia telah terbukti bukan sekedar aset utama, melainkan sebagai sumber daya yang handal,  aset yang bernilai, dapat  dikembangkan dan menjadi investasi bagi sebuah institusi atau perusahaan atau organisasi. Lanjut Baca »

sosialisasi smk3

Jember – Komitmen manajemen PTPN X untuk menerapkan Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di unit bisnisnya terus digalakkan. Pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) diketuai langsung oleh Direktur Utama dan dilanjutkan dengan pembentukan P2K3 di masing-masing unit agar PTPN X menerapkan SMK3 secara komprehensif. PG Gempolkerep dan PG Modjopanggoong telah lebih dulu dijadikan sebagai pilot project penerapan SMK3 sejak April 2014. Lanjut Baca »

IMG-20141001-01893

Klaten- Pecanangan tahun 2014 sebagai tahun mekanisasi tidak hanya dilakukan di unit industri gula, tetapi di unit industri tembakau. Upaya mekanisasi dilakukan mulai dari pengolahan tanah hingga pemeliharaan. Untuk itu, Penelitian Tembakau bekerjasama dengan R&D Traktor Quick merancang mesin cultivator yang cocok dengan budidaya tanaman tembakau.

Lanjut Baca »

image processing

Tembakau cerutu selain sebagai komoditi yang unik, ketergantungan terhadap tenaga kerja terlatih masih sangat tinggi. Menjadi penyumbang biaya produksi tertinggi. Salah satunya pada proses sortasi daun. Sortasi merupakan proses pemilahan daun tembakau lembar demi lembar untuk menghasilkan kualitas, warna dan ukur yang seragam dalam satu unting (baca: satu ikat = ± 40 lembar). Lanjut Baca »

???????????????????????????????

Biaya produksi yang terus meningkat setiap tahunya mendorong PTPN X melakukan EDO (Efisiensi, Diversifikasi dan Optimalisasi) secara paripurna. Penerapan program EDO melalui inovasi penanaman tembakau dalam polybag diharapkan mampu mengatasi permasalahan lahan dan efisiensi biaya produksi serta optimalisasi lahan RVO dan sarana produksi. Penelitian Tembakau Jember tengah mengadakan riset penanaan tembakau dalam polybag di lahan RVO, Kalisat. Lanjut Baca »

IMG00262-20120424-0812

MALANG, KOMPAS.com — Guru Besar Bio Cell Universitas Brawijaya Malang Profesor Sutiman mengungkapkan, tembakau yang tumbuh di sejumlah wilayah di Tanah Air bisa untuk menangkal virus ebola yang saat ini sedang hangat diperbincangkan dan belum ada obatnya.

“Virus ebola itu memang mirip penyakit HIV/AIDS yang masih belum ditemukan obatnya. Namun, untuk mencegah agar virus tersebut tidak sampai meluas, sebenarnya cukup mudah, yakni dengan tembakau yang diolah menjadi vaksin,” kata Sutiman di Malang, Senin (25/8/2014).
Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.