Feeds:
Pos
Komentar

Penelitian seyogyanya hadir untuk menjawab hipotesis berdasarkan permasalahan di lapang. Pun demikian halnya dengan penelitian tembakau. Menurut GM Kebun Ajong Gayasan Sugianto, agar permasalahan segera ditangani, sementara di sisi lain peneliti dituntut visioner menjawab tantangan zaman, maka periode penelitian perlu di-breakdown. Periode penelitian dapat di-breakdown menjadi penelitian jangka pendek, menengah serta jangka panjang.

g1

“Penelitian jangka pendek misalnya untuk mengatasi permasalahan hama penyakit. Penelitian jangka menengah dan jangka panjang  contohnya dengan mencari bahan aktif tertentu, penelitian terhadap struktur tanah, dan penelitian apapun untuk mengatasi permasalahan saat ini,” terang mantan Kepala Divisi Tembakau ini.

Lanjut Baca »

Jember- Dahulu, PTPN X memiliki tujuh unit kebun tembakau. Seiring berjalannya waktu, kini hanya tersisa tiga unit kebun tembakau, yakni dua unit di Jember dan satu unit di Klaten. Trend penyusutan jumlah kebun tembakau menunjukkan bahwa industry tembakau tergolong sunset industry, yakni industri yang meredup atau bahkan akan gulung tikar dalam satu kurun waktu tertentu. Apalagi maraknya kampanye anti tembakau di media sosial, semakin mempersempit ruang gerak industri tembakau. Demikian diungkapkan oleh Mochamad Sulton, Direktur Perencanaan Dan Pengembangan PTPN X dalam Sambutan Pembukaan Ekspose Penelitian (14/4/2016).

s1

“Tentu kita tidak mau tergilas oleh pesatnya kemajuan teknologi, derasnya kampanye hingga ketatnya persaingan pasar bebas. Industri tembakau harus bangkit dan kokoh. Kita harus tetap memajukan bisnis tembakau PTPN X!” tegas Sulton.

Sulton menuturkan bahwa PTPN X tidak perlu menambah kebun tembakau. Cukup dengan memperluas lahan yang ada. Tembakau kita ini memiliki citarasa yang khas dan spesifik. Tembakau Besuki dari Jember ditanam di Klaten, taste-nya akan berbeda. Begitupun tembakau dari Deli jika ditanam di lahan di luar Deli, taste-nya berubah. Maka dari itu, imbuhnya, ekstensifikasi lahan adalah program yang harus segera direalisasikan. Lanjut Baca »

Jember- Selama tahun 2015, Penelitian Tembakau Jember dan Penelitian Tembakau Klaten telah banyak melakukan pengamatan dan percobaan untuk mendukung kegiatan kebun tembakau sebagai user hasil penelitian. Kamis (14/4/2016) bertempat di Royal Hotel and Lounge, Penelitian Tembakau Jember menghelat ekspose hasil penelitian tembakau dengan mengusung tema ‘Melalui Penerapan Inovasi dan Paket Teknologi, Kita Sukseskan Bisnis Tembakau PTPN X. Hadir dalam acara tersebut Kepala beserta jajaran dari Divisi Renbang, Divisi Tembakau, Sekretaris Perusahaan, Puslit Gula Jengkol, Penelitian Tembakau Klaten serta GM beserta jajarannya dari Kebun Ajong Gayasan, Kebun Kertosari Serta Kebun Kebonarum/Gayamprit/Wedhibirit.

1a

Menurut Erna Anastasia DE, Kepala Penelitian Tembakau Jember yang sekaligus didapuk menjadi Ketua Panitia, kegiatan ekspose ini terakhir dilaksanakan tahun 2013. Baru di tahun 2016, acara serupa kembali digelar.

“Kami akan mendiseminasikan 14 materi dari Sie Budidaya dan Pemuliaan Tanaman, Sie Kesuburan Tanah, Sie Teknologi, dan Sie Proteksi Tanaman. Proses penelitian ini merupakan kerjasama antara tim peneliti, praktisi dari kebun serta akademisi,” papar Erna dalam sambutannya. Lanjut Baca »

Tembakau Glassy

Tembakau Glassy merupakan penyakit fisiologi daun tembakau yang muncul mulai dari proses pengeringan dan semakin nampak setelah proses fermentasi. Daun glassy nampak flek kehitaman dengan bentuk tidak teratur, sering terdapat pada bagian pangkal bawah lamina atau bagian tengah lamina,tembus pandang (transparan) apabila diterawang atau nampak bening (jernih) seolah-olah kosong, apabila dilihat dengan mikroskop menunjukkan jaringan yang rusak dengan bentuk tidak teratur. Glassy ada kemiripan yang jelas dengan gejala marmer atau busuk samar, glassy sering terjadi pada tembakau TBN (H-382) yang ditanam di dalam rumah TBN dan jenis tembakau lain apabila tumbuh cepat. Tembakau glassy tidak terjadi pada tembakau besuki Naoogst tradisional yang biasa ditanam pada bulan Agustus-September.

Glassy

Lanjut Baca »

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan lainnya. Manusia yang dianugrahi karsa, cipta dan rasa memiliki keistimewaan luar biasa yaitu spiritual, emosional dan intelektual. Hal inilah yang memberi kemampuan manusia untuk lebih berkembang, berkarya dan berinovasi dalam hidupnya.

Perkembangan era globalisasi saat ini menunjukkan bahwa kemampuan manusia telah terbukti bukan sekedar aset utama, melainkan sebagai sumber daya yang handal,  aset yang bernilai, dapat  dikembangkan dan menjadi investasi bagi sebuah institusi atau perusahaan atau organisasi. Lanjut Baca »

sosialisasi smk3

Jember – Komitmen manajemen PTPN X untuk menerapkan Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di unit bisnisnya terus digalakkan. Pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) diketuai langsung oleh Direktur Utama dan dilanjutkan dengan pembentukan P2K3 di masing-masing unit agar PTPN X menerapkan SMK3 secara komprehensif. PG Gempolkerep dan PG Modjopanggoong telah lebih dulu dijadikan sebagai pilot project penerapan SMK3 sejak April 2014. Lanjut Baca »

IMG-20141001-01893

Klaten- Pecanangan tahun 2014 sebagai tahun mekanisasi tidak hanya dilakukan di unit industri gula, tetapi di unit industri tembakau. Upaya mekanisasi dilakukan mulai dari pengolahan tanah hingga pemeliharaan. Untuk itu, Penelitian Tembakau bekerjasama dengan R&D Traktor Quick merancang mesin cultivator yang cocok dengan budidaya tanaman tembakau.

Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.