Feeds:
Pos
Komentar

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi SDMnya, pada 17-19 Mei 2016, Penelitian Tembakau PTPN X mengirimkan dua orang karyawannya ke IPB Science Park Taman Kencana Bogor untuk mengikuti training dengan Tema Teknik Aplikasi Fumigasi untuk Pengendalian Hama Gudang.

2

Menurut Kepala Penelitian Tembakau Jember & Klaten Erna Anastasia DE, traning ini layak diikuti karena para trainer-nya adalah para pakar di bidangnya.

Lanjut Baca »

Teknik kultur jaringan adalah teknik untuk perbanyakan tanaman, mulai dari protoplasma, sel,hingga jaringan. Pada dasarnya semua tanaman dapat dikembangbiakkan dengan kultur jaringan, karena tanaman memiliki sifat totipotensi[1]. Begitu pun halnya dengan tembakau.

kultur

Teknik kultur jaringan dapat berhasil jika dalam tahapan prosesnya disesuaikan dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh-tumbuhan) atau yang lazim pula disebut Plant Growth Regulator/Substances.

ZPT yang karib diketahui ada tiga, yakni auksin[2], sitokinin[3], dan giberelin[4]. Air kelapa dapat juga digunakan sebagai ZPT pada teknik kultur jaringan tembakau, karena dalam air kelapa terkandung sitokinin. Pemberian ZPT pun harus tepat dan akurat, mengingat pemberian ZPT sedikit saja dalam ukuran ppm (part per million), tumbuhan akan memberikan respon tumbuh yang luar biasa.

Lanjut Baca »

Budidaya tembakau pada prinsipnya terbagi dua, yaitu memroduksi daun dan memroduksi benih. Ketika goal-nya produksi daun, maka karakter agronomisnya lebih menonjol. Sebaliknya, jika goal-nya adalah benih, maka karakter genetisnya yang dominan.

Lanjut Baca »

Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan menambah wawasan perbenihan, Rabu (18/5/2016) Penelitian Tembakau Jember menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Jember sebagai narasumber dalam acara Pembekalan Petugas Produksi Benih Tembakau.

“Ini merupakan kesempatan yang bagus bagi kita untuk meng-update ilmu perbenihan. Ilmu pengetahuan yang kita miliki perlu di-refresh sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap kualitas benih yang kita hasilkan,”papar Kepala Penelitian Tembakau Jember Erna Anastasia DE dalam sambutan pembukaannya.

Lanjut Baca »

Penelitian seyogyanya hadir untuk menjawab hipotesis berdasarkan permasalahan di lapang. Pun demikian halnya dengan penelitian tembakau. Menurut GM Kebun Ajong Gayasan Sugianto, agar permasalahan segera ditangani, sementara di sisi lain peneliti dituntut visioner menjawab tantangan zaman, maka periode penelitian perlu di-breakdown. Periode penelitian dapat di-breakdown menjadi penelitian jangka pendek, menengah serta jangka panjang.

g1

“Penelitian jangka pendek misalnya untuk mengatasi permasalahan hama penyakit. Penelitian jangka menengah dan jangka panjang  contohnya dengan mencari bahan aktif tertentu, penelitian terhadap struktur tanah, dan penelitian apapun untuk mengatasi permasalahan saat ini,” terang mantan Kepala Divisi Tembakau ini.

Lanjut Baca »

Jember- Dahulu, PTPN X memiliki tujuh unit kebun tembakau. Seiring berjalannya waktu, kini hanya tersisa tiga unit kebun tembakau, yakni dua unit di Jember dan satu unit di Klaten. Trend penyusutan jumlah kebun tembakau menunjukkan bahwa industry tembakau tergolong sunset industry, yakni industri yang meredup atau bahkan akan gulung tikar dalam satu kurun waktu tertentu. Apalagi maraknya kampanye anti tembakau di media sosial, semakin mempersempit ruang gerak industri tembakau. Demikian diungkapkan oleh Mochamad Sulton, Direktur Perencanaan Dan Pengembangan PTPN X dalam Sambutan Pembukaan Ekspose Penelitian (14/4/2016).

s1

“Tentu kita tidak mau tergilas oleh pesatnya kemajuan teknologi, derasnya kampanye hingga ketatnya persaingan pasar bebas. Industri tembakau harus bangkit dan kokoh. Kita harus tetap memajukan bisnis tembakau PTPN X!” tegas Sulton.

Sulton menuturkan bahwa PTPN X tidak perlu menambah kebun tembakau. Cukup dengan memperluas lahan yang ada. Tembakau kita ini memiliki citarasa yang khas dan spesifik. Tembakau Besuki dari Jember ditanam di Klaten, taste-nya akan berbeda. Begitupun tembakau dari Deli jika ditanam di lahan di luar Deli, taste-nya berubah. Maka dari itu, imbuhnya, ekstensifikasi lahan adalah program yang harus segera direalisasikan. Lanjut Baca »

Jember- Selama tahun 2015, Penelitian Tembakau Jember dan Penelitian Tembakau Klaten telah banyak melakukan pengamatan dan percobaan untuk mendukung kegiatan kebun tembakau sebagai user hasil penelitian. Kamis (14/4/2016) bertempat di Royal Hotel and Lounge, Penelitian Tembakau Jember menghelat ekspose hasil penelitian tembakau dengan mengusung tema ‘Melalui Penerapan Inovasi dan Paket Teknologi, Kita Sukseskan Bisnis Tembakau PTPN X. Hadir dalam acara tersebut Kepala beserta jajaran dari Divisi Renbang, Divisi Tembakau, Sekretaris Perusahaan, Puslit Gula Jengkol, Penelitian Tembakau Klaten serta GM beserta jajarannya dari Kebun Ajong Gayasan, Kebun Kertosari Serta Kebun Kebonarum/Gayamprit/Wedhibirit.

1a

Menurut Erna Anastasia DE, Kepala Penelitian Tembakau Jember yang sekaligus didapuk menjadi Ketua Panitia, kegiatan ekspose ini terakhir dilaksanakan tahun 2013. Baru di tahun 2016, acara serupa kembali digelar.

“Kami akan mendiseminasikan 14 materi dari Sie Budidaya dan Pemuliaan Tanaman, Sie Kesuburan Tanah, Sie Teknologi, dan Sie Proteksi Tanaman. Proses penelitian ini merupakan kerjasama antara tim peneliti, praktisi dari kebun serta akademisi,” papar Erna dalam sambutannya. Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.