Feeds:
Pos
Komentar

Tak bisa dipungkiri, roda modernisasi berputar semakin kencang. Tanpa mengakrabi inovasi, kita akan terlindas dan tergilas oleh pesaing. Hal inilah yang mendasari pelaku usaha tembakau PTPN X berupaya meningkatkan efisiensi melalui penerapan mekanisasi. Selama ini proses produksi di gudang pengolah tembakau mayoritas masih dilakukan secara manual sehingga perlu pembaharuan atau warna baru untuk mendongkrak efisiensi.

Penelitian Tembakau Jember sebagai support system kebun tembakau bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Gajah Mada menggagas rancangan purwarupa Mesin Buka Lembar Daun (MBLD). Menurut Okta Prima Indahsari dari Penelitian Tembakau Jember, penggunaan mekanisasi adalah keniscayaan, mengingat kegiatan bisnis tembakau masih bersifat padat karya.

“Dengan aplikasi MBLD di gudang pengolah, Penelitian Tembakau Jember terus berupaya mendukung kegiatan di kebun tembakau, baik dari sisi efektivitas maupun efisiensi,” tambah Okta.

Manajer Pengolahan Kebun Ajong Gayasan Syaifuddin Zuhri menyambut baik upaya yang dilakukan oleh tim dari Penelitian Tembakau Jember. Pasca kegiatan uji coba tahap awal di Gudang Pengolah Ajong Gayasan, 6 Februari lalu. Ia berharap aplikasi MBLD dapat berkontribusi nyata dalam menekan biaya produksi.

“Tentunya perlu ada data empiris terlebih dahulu untuk mengomparasikan produktivitas MBLD dengan produktivitas kegiatan bir-biran (membentangkan daun) secara manual,” pungkas Zuhri. (Angga Suprayogi_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/mbld-upaya-tingkatkan-efisiensi-di-gudang-pengolah

PTPN mengirimkan delegasinya dalam Seminar Nasional Pembangunan Pertanian III yang merupakan eventkolaborasi antara Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi). Selain seminar yang digelar di Gedung Widyaloka (1 Desember 2018), juga diselenggarakan Call For Paper (CFP). Ada 4 perwakilan PTPN X yang hadir sebagai pemakalah dalam CFP tersebut.

Adalah Sabar Dwi Komaruddin dari Puslit Gula Jengkol, menampilkan judul Kemitraan Pabrik Gula Gempolkrep dan Koperasi Petani Tebu Rakyat Rosan Makmur Dalam Pengembangan Tebu di Kecamata Mantup, Kabupaten Lamongan. Selanjutnya, Mashudiana dari PG Gempolkrep dengan paparan Pengaruh Penerapan Pola Regrouping Lahan Mekanisasi Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Tebu di Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Ketiga, Dita Widi Atmaja dari Puslit Gula Jengkol mengetengahkan riset bertajuk Implementasi Pertanian Berkelanjutan di PTPN X Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem dan Meningkatkan Produktivitas. Dan yang terakhir, Okta Prima Indahsari dari Penelitian Tembakau Jember mengusung judul Biopellet Berbasis Limbah Tembakau.

“Ini adalah ajang untuk sounding kepada publik atas kinerja penelitian yang telah kami lakukan,” komentar Dita yang juga menjadi peraih juara harapan III Call for Paper 2018 yang diselenggarakan oleh PTPN X.

Sementara Sabar beropini bahwa publikasi ilmiah merupakan hal yang penting sebagai wujud produktivitas peneliti sekaligus untuk menghindari repetisi judul riset yang sama persis.

“Dengan memaparkan makalah di ranah publik, kami juga ingin menyuarakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan PTPN X untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan stakeholder eksternal korporasi, salah satunya petani,” ungkap Mashudiana.

Dalam seminar nasional tersebut, keempat wakil PTPN X juga berkesempatan menyimak paparan dari Keynote Speakers Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS. Mantan Komisaris Utama PTPN X ini membahas materi yang berjudul Mengatasi Perangkap Pangan, Meraih Kemandirian Pangan Nusantara. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, FIR_Sekper).

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/ptpn-x-meriahkan-seminar-nasional-pembangunan-pertanian-iii

Dalam perhelatan seminar nasional yang digagas UPT PSMB Lembaga Tembakau Jember pada 26 hingga 28 November 2018, terdapat acara Call For Paper (CFP) yang merupakan rangkaian acara seminar nasional. Demikian Siti Widartien, ungkap Kepala UPT PSMB Lembaga Tembakau dalam sambutannya.

Paparan hasil riset dalam CFP ini, lanjut Titin-sapaan karib Siti Widartien, berasal dari institusi penelitian, perguruan tinggi, serta dari instansi pemerintah. Seminar ini mengusung tema “Meningkatkan Nilai Tambah Dan Daya Saing Tembakau Melalui Standardisasi, Pengaturan Kelembagaan dan Diversifikasi Produk Dalam Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0.”

“Setidaknya ada 27 dinas terkait, 19 bidang dan UPT di lingkungan Disperindag Jatim, 30 pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani serta 9 perwakilan dari perguruan tinggi yang mengikuti rangkaian seminar,” urai Titin.

Penelitian Tembakau Jember PTPN X menyumbangkan empat paper riset. Mereka yang presentasi di hadapan para audiens adalah Vardianata Yoedistira Virdawan dengan judul paper: Evaluasi Hasil Analisa Residu Pestisida Pada Tanaman Tembakau, Okta Prima Indahsari dengan judul paper: Kajian Varian Bahan Perekat Terhadap Kualitas Pellet Batang Tembakau, Angga Suprayogi dan Co-Author Nur Aini Hariyo Wati dengan judul paper Studi Komparasi Varian Bahan Baku Terhadap Mutu Briket serta Nur Aini HW dan Co-Author Angga S. dengan judul paper Kajian Daya Saing dan Peluang Ekspor Briket Batang Tembakau.

Peserta dari PT Pandu Sata Utama dan Koperasi Tarutama Nusantara begitu antusias dengan hasil riset yang dilakukan oleh Tim dari Penelitian Tembakau Jember. Mereka berharap hasil riset tersebut applicablepula bagi pelaku usaha tembakau yang lain. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/penelitian-tembakau-jember-sumbang-empat-paper-riset

UPT-PSMB Lembaga Tembakau Jember menghelat Seminar Nasional Tembakau pada 26 hingga 28 November 2018. Salah satu narasumber yang didapuk adalah Okta Prima Indahsari dari Penelitian Tembakau Jember. Materi yang disampaikan Okta berjudul Optimalisasi Pengembangan dan Pemanfaatan Diversifikasi Produk Tembakau. Okta memaparkan tentang melimpahnya limbah padat yang ada di tiga kebun milik PTPN X. sebut saja kebun ajung gayasan dan kebun kertosari yang memiliki potensi limbah 35.199 ton wet based (77%) dan limbah di kebun klaten sebesar 10.375 ton wet based (23%).

Dari total limbah tersebut, sambung penghobi travelling ini, mayoritas (73,65%) berasal dari batang tembakau basah sejumlah 33.564 ton. Sisanya berturut-turut dari daun pucuk basah 7.298 ton (16,01%), kuncup basah 2.522 ton (5,53%), dan akar basah 2.189 ton (4,80%). Sejauh ini Penelitian Tembakau Jember telah melakukan uji coba pengolahan limbah tembakau menjadi beberapa produk, seperti briket, pellet, asap cair, dan tobacco absolute.

“Umumnya pengolahannya cukup sederhana sehingga mudah diaplikasikan oleh siapa saja, bahkan oleh usaha skala rumah tangga. PTPN X memiliki pohon industri tembakau yang terdiri dari 46 macam produk turunan dari olahan tembakau,” jelasnya di hadapan audiens di Hotel Dafam Lotus, Jember.

Masih menurut Okta, diversifikasi produk tembakau tidak saja bertujuan untuk optimalisasi limbah yang ada. Lebih dari itu, diversifikasi produk menyasar pada dua hal, yaitu kemandirian energi dan orientasi pasar. (Nur Aini HW_Penelitian Tembakau Jember, FIR_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/gaungkan-diversifikasi-produk-dalam-seminar-nasional

Dalam acara Diseminasi Hasil Litbang 2018 Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya (BISBY) pada Kamis, 22 November 2018, ada paparan penelitian mengenai sentuhan revolusi industri 4.0 di Gudang Tembakau PTPN X. Dulu jika ingin mengukur suhu di gudang pengolah (gudang fermentasi tembakau), petugas gudang harus menggunakan termometer analog dan cara pengukurannya juga masih konvensonal. Namun kebiasaan lama itu bakal diganti dengan metode yang lebih real time dan modern. Dengan menggandeng peneliti di BISBY, PTPN X berangsur akan mengubah pola lama tersebut.

Penelitian yang mengambil objek gudang pengolah di Kebun Ajong Gayasan tersebut bertajuk Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform Internet Of Things (IoT). Menurut Anneke Ristianti-salah satu tim peneliti BISBY, setelah melakukan kunjungan ke gudang pengolah PTN X dan riset beberapa kali, akhirnya pengembangan sistem pantauan dengan IoT berhasil dilakukan dengan membangun softwaredan hardware.

Keuntungan menggunakan pantauan dengan platform IoT, jelas alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini, adalah efisiensi, akurasi, kecepatan informasi, dan biaya investasti per titik pengamatan tidak mahal.

Ditemui di tempat yang sama, Sabar Dwi Komarudin, peserta diseminasi dari Puslit Gula Jengkol mengungkapkan bahwa revolusi industri 4.0 menjadi peluang sekaligus tantangan.

“Dikatakan peluang, karena arus informasi semakin cepat dan mudah, sehingga bisa mendukung kegiatan produksi. Sedangkan yang dimaksud dengan tantangan adalah bagaimana produksi kita bisa mengikuti perkembangan digitalisasi dan otomatisasi dengan hardware dan softwareyang ada, sehingga HPP bisa turun,” Kasie perlindungan Tanaman Puslit Gula Jengkol ini menerangkan.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada ini, salah satu dukungannya adalah dari lembaga penelitian yang harus menyiapkan inovasi-inovasi penelitian yang mengarah pada revolusi industri 4.0. Penelitian tentang Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform IoT ini menjadi salah satu jawaban cerdasnya. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/sentuhan-revolusi-industri-4.0-di-gudang-tembakau-ptpn-x

Pemerintah tengah menggalakkan Progrom Revolusi Industri 4.0. Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program tersebut, Kamis, 22 November 2018 Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya (BISBY) menggelar Diseminasi Hasil Litbang 2018. Diseminasi ini mengusung tema hasil riset dan inovasi dalam menyongsong era industri 4.0. di Gedung Auditorium BISBY di Surabaya.

“Ada 52 instansi yang kami undang, yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti perguruan tinggi, pemerintah, nelayan, BUMN, dan pihak laboratorium,” terang Fatimah Az Zahra, Kepala Sie Pengembangan Jasa Teknik BISBY.

Diseminasi ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh BISBY untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengembangan yang kami lakukan untuk publik dan industri.

“Ada yang sudah siap diaplikasikan, ada pula yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut,” papar Siti Rahmah Siregar Kepala BISBY dalam sambutannya.

Dari kelima judul penelitian yang akan didiseminasikan nanti, sambung Siti, ada penelitian yang bisa diterapkan, yakni penelitian yang merupakan hasil kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Judul penelitian tersebut adalah Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform Internet Of Things.

“Kami berharap hasil penelitian terapan (applied research) ini dapat menciptakan efisiensi dan optimalisasi untuk maksimalisasi hasil di PTPN X khususnya dan secara umum dapat meningkatkan daya saing industri di era Revolusi Industri 4.0,” pungkas Siti. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/ptpn-x-dan-baristand-surabaya-sinergi-majukan-industri- 4.0

Kegiatan halal bi halal ini merupakan momen yang luar biasa. Mengapa? Karena dalam suatu majelis ini, kita dapat berkumpul dan berinteraksi langsung, serta memohon maaf langsung kepada bapak ibu sekalian. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GM Kebun Ajung Gayasan atas perhatiannya mengundang para manajemen yang telah memasuki masa purna tugas. Demikian ungkapan bahagia dari Ir. H. Sugianto- pejabat puncak PTPN X dengan jabatan terakhir GM Kebun Ajong Gayasan, pada acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Kebun Ajong Gayasan, Selasa, 19 Juni 2018.

“Acara ini efektif sekali untuk memohon maaf langsung kepada bapak ibu semua. Bayangkan jika saya harus mendatangi rumah bapak-ibu satu per satu untuk meminta maaf, mungkin waktu sebulan tidak akan cukup,” kelakarnya sambil tersenyum.

Meskipun saya sudah purna, sambung Sugianto, namun di balik layar saya terus men-support tembakau PTPN X. Saya mengapresiasi penuh kepada Manajemen Kebun Ajong Gayasan beserta segenap karyawannya atas kemampuannya untuk terus bertahan dan berjuang dalam mengusahakan tembakau berkualitas tinggi. Fluktuasi di perkebunan itu biasa. Namun tetap harus diingat dan diupayakan agar lini bisnis tembakau terus didorong agar bisa naik lagi.

“Manajemen tembakau PTPN X memiliki keunggulan, yakni mereka tidak hanya andal dalam memroduksi tembakau cerutu kualitas ekspor, namun juga menguasai aspek pemasaran. Market share-nya jelas,” ulas mantan Kepala Divisi Tembakau PTPN X.

Potensi tembakau PTPN X luar biasa, sehingga ia berharap agar bisnis tembakau tersebut dapat dipertahankan dengan cara meningkatkan semangat dan etos kerja karyawan kebun tembakau. (OPI_Penelitian Tembakau Jember)