Feeds:
Pos
Komentar

butfy2

Edward Norton Lorenz pada tahun 1961 mengemukakan sebuah teori, bahwa seluruh kejadian dalam kehidupan kita pada dasarnya adalah rangkaian dari kejadian acak atau random.

Dengan simulasi program di komputer, ia berusaha memprediksi kondisi cuaca. Hingga akhirnya ia menemukan angka faktor 0,506. Semakin kecil ia masukkan bilangan desimal, makin presisi pula perkiraan yang didapatkan.

Saat ia masukkan angka 0,506127, ia menemukan bahwa dampak dari desimal terkecil tersebut setara dengan efek kepakan sayap kupu-kupu. Lorenz terhenyak saat mendapatkan gambaran, satu kepakan sayap kupu-kupu bahkan bisa menghasilkan efek tornado yang dahsyat. Inilah yang disebut sebagai Teori butterfly effect.

Lanjut Baca »

Filosofi Sepasang Sepatu

Seorang bapak tua hendak menaiki bus, pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga bus, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak, sehingga si bapak tua tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Dengan tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

sepatu

Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu dan bertanya kepada si bapak tua: ”Mengapa bapak melemparkan sepatu yang sebelah juga?” Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan: “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya, itu sepatu baru dan bagus. Jangan sampai sepatuku kehilangan pasangannya.”

Lanjut Baca »

Keberkahan Gaji

dirhamSeseorang datang kepada Imam  Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberitahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya. Namun anehnya, Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.

Lanjut Baca »

Filosofi Golfer

bolaSeorang pemain golf  profesional, Paul W. M Cummings, bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton.

Bagaimana ia bisa lanjut memukul bola itu dengan baik? Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi jika ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?

Lanjut Baca »

Salmon dan Hiu

salmonPada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup, saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di dalam kolam buatan tersebut.
Bagaimana cara nelayan Jepang menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam tersebut.

Lanjut Baca »

jbr1

Sukses menggelar Ekspose Penelitian pada 14 April 2016, Penelitian Tembakau Jember bergegas menindaklanjuti hasil ekspose dengan menghelat Pelatihan Aplikasi Online Identifikasi Hama dan Penyakit Tembakau selama Agustus 2016. Pelatihan dipecah menjadi tiga periode. 3 Agustus 2016 di Aula Penelitian Tembakau Jember menjadi periode pertama pelaksanaan pelatihan. Manajer Tanaman beserta para Asisten Manajer Tanaman Kebun Kertosari dan tim dari Penelitian Tembakau Jember antusias mengikuti pelatihan. Pelatihan periode pertama terbagi atas lima gelombang.

Lanjut Baca »

Di tengah kesibukan menjalankan agenda rutin, Penelitian Tembakau Jember dikunjungi tamu jauh dari pulau seberang. Ya, tepatnya 1 Agustus 2016, sekitar 27 orang dari Politeknik Negeri Lampung yang acap disebut Polinela bertandang ke Jember untuk memperkaya ilmu dan wawasan mereka di bidang pertembakauan. Rombongan tersebut adalah dosen dan mahasiswa dari Program Studi Diploma IV Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan, Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan.

1

Lanjut Baca »