Feeds:
Pos
Komentar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X kembali menjalin kerjasama dalam hal penelitian dan pengembangan dengan Universitas Jember (Unej). Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Dirut PTPN X Dwi Satriyo Annurogo dan Rektor Unej M. Hasan, Rabu (22/03).

Dijelaskan  Dirut PTPN X Dwi Satriyo Annurogo, latar belakang kerjasama ini karena pihaknya sangat concern terhadap pendidikan,  terlebih beberapa unit dan anak usaha PTPN X juga banyak terdapat di kawasan Jember. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini akan lahir inovasi baru terutama di bidang pertanian dan perkebunan terutama di Kota Jember.

“PTPN X  sendiri mempunyai Puslit tembakau  di kota Jember yang cukup lengkap peralatannya. Kami sangat membuka tangan sebesar-besarnya jika nantinya pihak Unej ingin melakukan penelitian disana. Kami juga memiliki lahan tembakau yang juga siap sebagai lahan uji coba” katanya.

Sementara itu Rektor Unej, M. Hasan sangat menyambut baik kerjasama ini, seperti diketahui bersama bahwa komoditas pertanian atau perkebunan saat ini memang jauh dari minat para mahasiswa, hal ini lantaran komoditas ini dianggap tidak mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, seperti tembakau.

“Komoditas tembakau saat ini memang tengah meredup, pasalnya banyak pro dan kontra terhadap tanaman ini. Padahal di sisi lain, tembakau telah memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia, bahkan sudah menjadi warisan sosial bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi Jember yang sudah lama dikenal sebagai penghasil tembakau berkualitas,” katanya

Untuk itu sekarang pihaknya terus berusaha mencari alternatif pengembangan produk turunan tembakau, sehingga tembakau tidak hanya sebagai bahan pembuat rokok dan cerutu saja. (AZA_Sekper, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/peduli-pendidikan-ptpn-x-lakukan-mou-dengan-universitas-jember

Berbeda dari penyelenggaraan Call For Papers (CFP) pada umumnya, event CFP oleh PTPN X Penelitian Tembakau Jember memiliki beberapa keunggulan sekaligus keunikan. Penasaran? Simak ulasan berikut ini.

Lanjut Baca »

Dalam formulir pendaftaran yang harus diisi oleh peserta Call For Papers (CFP) ada poin ‘link pemuatan.’ Apa yang dimaksud dengan link pemuatan berikut manfaatnya serta bagaimana cara mengisinya?

Lanjut Baca »

Masyarakat Ekonomi ASEAN ‘memaksa’ kita harus kompetitif dan unggul agar dapat memenangkan persaingan. Peran research and development juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Kontribusi peneliti sangat penting dalam memajukan roda bisnis perusahaan. Para peneliti harus produktif, inovatif serta mampu menjadi inventor-inventor berkelas dunia, khususnya bagi para peneliti tembakau yang komoditasnya diekspor ke berbagai penjuru dunia.

“Sudah bukan saatnya para peneliti berada selangkah dua langkah di depan praktisi. Namun harus puluhan langkah di depan agar dapat mengikuti perkembangan zaman,” harapan Ir. Toto Guranto Nugroho, Kepala Divisi Tembakau PTPN X.

Menurut Toto yang didapuk sebagai salah satu juri Call for Papers ini, penyelenggaraan Call for Papers oleh PTPN X Penelitian Tembakau Jember merupakan kegiatan yang bagus. Melalui ajang ini ide dan masukan konstruktif dari pihak eksternal maupun internal PTPN X yang terjaring akan mewarnai terobosan-terobosan yang bersifat aplikatif bagi peningkatan produktivitas, budidaya, teknologi pengolahan, serta kualitas tembakau yang dihasilkan.

Lanjut Baca »

PTPN X Penelitian Tembakau Jember menunjuk salah satu Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Jember, yaitu Prof. Dr. Ir. H. Rudi Wibowo, MS sebagai juri utama dalam penilaian Call for Papers (CFP) 2017. Ditunjuknya Prof Rudi sebagai dewan juri karena beliau memiliki segudang pengalaman dan kapabilitas di bidang pertanian, baik dari sisi hulu, hilir, hingga pemasaran dan kelembagaan.

prof-rudiProf Rudi memberikan komentar positif mengenai kegitan yang akan diselenggarakan oleh Penelitian Tembakau Jember. Menurutnya kegiatan CFP sangat bermanfaat bagi akademisi karena mendorong pelajar maupun mahasiswa untuk mendalami tembakau, sehingga ada perkembangan di dunia tembakau. Bagi masyarakat akademis, hal tersebut menjadi sangat penting. Tidak berhenti di situ, kegiatan ini juga mendorong rekan-rekan yang berkecimpung di sektor tembakau, seperti petani, koperasi, bahkan korporasi untuk kian aktif memajukan komoditas ‘si daun emas’ ini.

Lanjut Baca »

Desak, begitu sapaan akrab Desak Nyoman Siksiawati, Kepala UPT PSMB-Lembaga Tembakau Jember didapuk menjadi salah satu dewan juri dalam kompetisi Call For Papers oleh PTPN X Penelitian Tembakau Jember. Beliau adalah salah satu tokoh yang terus giat mempertahankan tanaman tembakau dan mengubah persepsi negatif masyarakat tentang tembakau. Menurutnya, tembakau di Indonesia ditempatkan pada posisi yang sulit. Padahal tembakau memiliki banyak manfaat dan telah memberikan kontribusi terhadap negeri ini. Orang nomor satu di UPT PSMB-Lembaga Tembakau Jember ini ingin memberikan ‘warna’ yang berbeda tentang tembaau. Diversifikasi produk selain rokok dan cerutu adalah salah satu upaya yang tengah gencar disuarakan. Manfaat lain tembakau belum diketahui banyak orang adalah komoditas ini dapat diolah menjadi parfum, bio diesel, pestisida tanaman, dan pupuk organik.

desak

Perhelatan Call For Papers mendapat respon positif dari Desak. Menurutnya grand tema ‘Upaya Memajukan Industri Berbasis Tembakau di Indonesia,’ ini luar biasa karena mencakup semua aspek di bidang pertembakauan mulai dari pengembangan inovasi dan bisnis hingga kebijakan. “Ternyata tidak hanya UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau saja yang ingin mempertahankan tanaman tembakau. PTPN X pun turut aktif melakukan inovasi dengan membuat dan menyelenggarakan Call For Papers,” ujar perempuan asal Pulau Dewata ini.

Lanjut Baca »

indo

Informasi Call For Papers (CFP) PTPN X Penelitian Tembakau Jember yang mengangkat tiga tema tentang tembakau mendapatkan respon dari berbagai pihak di seluruh wilayah nusantara.

“Kami merilis info CFP ini sejak pertengahan Januari 2017 dengan scope penyelenggaraan nasional,” tutur Erna Anastasia DE, Kepala Penelitian Tembakau Jember.

Menurut Wawan, salah satu contact person CFP, sebaran animo peserta merata dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, yakni Medan, Palembang, Lampung, Padang, dan Pekanbaru. Kemudian Kalimantan, seperti  Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Untuk Sulawesi, contohnya dari Manado dan Makassar. Wilayah Indonesia Tengah dan Timur lainnya adalah Denpasar, Kupang, Mataram, Ambon hingga Merauke di Papua. Sedangkan untuk Pulau Jawa sendiri, animonya juga tidak kalah besarnya, terang lajang asal Bondowoso, Jawa Timur ini. Hampir semua kota di seluruh provinsi di Pulau Jawa antusias terhadap penyelenggaraan CFP.

Aini, contact person CFP memaparkan bahwa ditinjau dari sisi lapisan masyarakat, rupanya CFP yang notabene adalah lomba karya tulis ilmiah tersebut tidak hanya diminati oleh kalangan mahasiswa, akademisi, dan peneliti saja. Ada wartawan, pebisnis, bahkan ibu rumah tangga yang juga ingin berpartisipasi dalam CFP. Gadis asal Blitar ini menambahkan bahwa tim contact person CFP masif dan sporadis dalam menyebarakan info CFP melalui berbagai akun sosial media.

“Masih ada waktu sebulan lagi hingga 31 Maret 2017. Masih ada kesempatan untuk berpartisipasi dan berkiprah dalam memajukan dan melestarikan tembakau sebagai salah satu warisan budaya bangsa. Sebagai penduduk negeri agraris, sudah saatnya kita perduli terhadap komoditas lokal kita sendiri,” motivasi Erna. (OPI_Penelitian Tembakau Jember)