Feeds:
Pos
Komentar

Menindaklanjuti upaya pengembangan diversifikasi produk tembakau, Penelitian Tembakau Jember melakukan percobaan dengan mengolah limbah batang dan tulang daun tembakau menjadi biodegradable polybag. Pengembangan ini bertujuan untuk menggantikan penggunaan polybag berbahan plastik yang selama ini diketahui merupakan limbah yang sulit terurai sehingga mencemari lingkungan. Apalagi tim penilai STP (Sustainable Tobacco Production) dari perusahan AB Sustain Inggris dalam paparannya tahun 2016 silam, mereka menganjurkan agar dalam kegiatan usaha tembakau mulai dari hulu hingga hilir diupayakan untuk meminimalisir penggunaan plastik.

poli1Tim dari Sie Teknologi dan Prosesing melakukan percobaan pembuatan biodegradable polybag dengan beberapa tahapan yaitu dimulai dari tahap pemotongan batang dan tulang daun dan dilanjutkan dengan proses pengeringan. Batang dan tulang daun tembakau kering digiling secara terpisah menggunakan mesin disk mill hingga berbentuk bubuk (powder) dan dicetak menggunakan mesin press. Masing-masing polybag yang telah tercetak diberi perlakukan kukus (steam) dan tanpa kukus untuk dibandingkan tingkat kekuatan polybag sebagai media tanam bibit tembakau. Lanjut Baca »

Sosialisasi Aplikasi Panen On Line untuk Kebun Kertosari dan Kebun Klaten telah diselenggarakan pada triwulan akhir tahun 2016. Bertempat di Aula Centro Kebun Ajong Gayasan, Penelitian Tembakau Jember dengan menggandeng vendor kembali menghelat sosialisasi yang ketiga kalinya.

ajung1“Mundurnya pelaksanaan sosialisasi putaran terakhir ini karena pihak Penelitian Tembakau Jember harus menyinkronkan jadwal dengan pihak kebun maupun vendor, dimana masing-masing sudah memiliki agenda kerja yang padat,” demikian jelas Erna Anastasia DE, Kepala Penelitian Tembakau Jember.

Pengembangan aplikasi, tutur Dimas-presenter sosialisasi, dapat digunakan untuk menunjang perencanaan bisnis tembakau. Beberapa keunggulan yang ditonjolkan adalah kemudahan akses, akuntabel, dan paperless. Pihak manajemen dapat menerima update informasi panen secara real time, sehingga hasil panen dapat dimonitor meskipun juru tulis sedang meng-input data hasil timbangan. Terdapat fitur download dengan format yang disesuaikan untuk mempermudah mandor menyerahkan laporan. Lanjut Baca »

a

Dalam upaya mengarah pada diversifikasi produk dan pengembangan pestisida hayati, pada 19 Januari 2017, Penelitian Tembakau Jember bertandang ke Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas). Vardianata Yoedistira Virdawan, Okta Prima Indahsari, Vernadi Kusuma, dan Mohamad Wawan S. didapuk menjadi peserta benchmarking di balai yang berkantor di Karangploso, Malang.

Lanjut Baca »

1

 

2Kepala PTPN X Penelitian Tembakau Jember bersama seluruh karyawannya mengadakan outbond di Songa Adventure Probolinggo, Sabtu 14 Januari 2017. Erna Anastasia DE, Kepala Penelitian Tembakau Jember menjelaskan, kegiatan ini diadakan untuk menghilangkan penat kerja selama setahun sekaligus meningkatkan kekompakan diantara para karyawan.

3Usai menempuh sekitar tiga jam perjalanan, akhirnya rombongan tiba di lokasi.  Basecamp Songa Atas dibidik menjadi objek outbond karena jeram Songa Atas memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada Songa Bawah. Usai mengenakan perlengkapan rafting, rombongan menaiki kendaraan menuju Sungai Pekalen Atas.

 

4Derasnya arus sungai mulai mengusik adrenalin peserta. Setibanya di sungai peserta langsung berkumpul berdasarkan kelompoknya dan mendengarkan instruksi dari masing-masing guide. Rute yang akan dilalui peserta memiliki radius 12 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

5Basic rafting sebenarnya sangat simple sebagaimana mendayung maju, mendayung mundur, belok, dan “boom”. Perintah boom digunakan ketika perahu melewati arus air yang menurun atau terlalu tinggi. Dalam durasi dua jam tersebut, Songa benar-benar telah membuat adrenalin peserta melesat. Jelas terpancar ragam ekspresi mereka, mulai dari pucat, panik, takut, namun tak jarang pula yang kelihatan menikmati dan excited.

6“Seneng, pengen lagi, dan rasanya susah move on mengenang keseruan berarung jeram bersama rekan kerja. Acara semacam ini dapat meningkatkan kekompakan sesama karyawan serta perbedaan antara atasan dan bawahan tidak terlihat. Harapannya acara semacam ini dapat dilakukan setahun sekali untuk meningkatkan silaturahmi,” ujar Rosana Panggawean salah satu peserta.

7

Memang selama rafting terlihat masing-masing tim kompak dalam mengarungi setiap jeram, semua bersatu mempertahankan keseimbangan perahu. Semua penat hilang bersama teriakan saat melalui jeram yang cukup ekstrim. Anto, peserta yang cukup enerjik ini memimpikan kegiatan refreshing bisa dilakukan lebih dari sekali dalam setahun untuk meningkatkan kesolidan dan keakraban antar karyawan. Masih ingin rafting lagi? Peserta serempak menjawab: “Boom!” (Nur Aini Hariyo Wati_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/dongkrak-kekompakan-di-songa-adventure

mik

Mikoriza berasal dari kata myco yang berarti jamur dan rhizo yang berarti akar. Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara simbiosis pada sistem perakaran tanaman. Pertumbuhan mikoriza pada akar tumbuhan bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan unsur hara dan air serta dapat melindungi tembakau dari beberapa jenis penyakit. Secara alamiah, akar tanaman tembakau sudah ditumbuhi mikoriza namun dengan jumlah yang sangat sedikit. Jenis mikoriza pada akar tembakau di setiap daerah berbeda-beda bergantung pada jenis tanah pada wilayah tersebut. Khusus mikroriza pada akar tembakau Kabupaten Jember berjenis Glomus sp. Menurut Yulianitha (2012), beberapa karakteristik dari Glomus sp. yaitu hanya memiliki satu jenis dinding spora yang berwarna merah sampai cokelat, Permukaan dinding spora halus tanpa dan berjumlah satu, serta seluruh lapisan yang ada pada dinding spora berasal dari dinding hifa (benang) pembawa. Terbatasnya jumlah mikoriza pada akar tanaman tembakau cukup mempengaruhi pertumbuhan tembakau sehingga mikoriza perlu dibudidayakan khusus agar sistem perakaran pada tanaman tembakau bekerja lebih baik.

Lanjut Baca »

Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali melakukan studi banding ke Penelitian Tembakau Jember, (19/12). Hal ini dikarenakan Penelitian Tembakau Jember gencar melakukan riset berikut meluncurkan inovasi-inovasi untuk kemajuan tembakau PTPN X.

che

Tujuan studi banding kali ini adalah agar sektor pertembakauan di Bali dapat berkembang pesat. Seluruh peserta studi banding sangat tertarik dengan paparan yang disampaikan oleh Peneliti Laboratorium dan Kesuburan Tanah, Peneliti Teknologi dan Prosesing serta Peneliti Proteksi Hama Penyakit Tanaman. Selain knowledge sharing, mereka juga diajak berkeliling ke setiap Laboratorium Penelitian Tembakau Jember. Di Laboratorium Agronomi, mereka melihat pillen (coating seeds) – produk unggulan dari Penelitian Tembakau Jember. Destinasi berikutnya adalah Laboratorium Fisika dan Kimia. Di Laboratorium Fisika mereka melihat proses penepungan tulang daun tembakau (gagang) yang menjadi bahan baku biodegradable polybag.

Lanjut Baca »

Tembakau membutuhkan agensia hayati untuk membantu penyerapan unsur hara dalam tanah. Agensia hayati bisa diperoleh dengan bantuan mikoriza yaitu jamur yang bersimbiosis pada perakaran tanaman tembakau. Untuk mewujudkan tanaman sehat, mikoriza dapat menjadi salah satu solusi andalan, karena pembiakan mikoriza yang cukup mudah. Mikoriza berfungsi membantu penyerapan unsur hara dan air dalam tanah.

p

Pada 2011, Penelitian Tembakau PTPN X Jember telah mengadakan pelatihan tentang penanganan hama dan penyakit tembakau TBN dan Na Oogst Jember. Salah satu pemateri yang diundang adalah Dosen Pertanian dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Tindak lanjut dari pelatihan adalah Penelitian Tembakau Jember menjalin kerjasama dengan UGM untuk mengembangbiakkan mikoriza tembakau pada media granula zeolit dan tanaman jagung. Maka dibentuklah Tim Mikoriza yang diprakarsai oleh Vardianata Yoedistira Virdawan, Subagio, Sumadi, dan Agus.

Lanjut Baca »